Flag Counter

Jumat, 24 Oktober 2014

Cerpen Sedih dan menyentuh tentang Putus Cinta yang menyakitkan (Sakitnya tuh di sini).

Mantan Itu Kayak Eek Pengen di Injak tapi Jijik



Cinta yang teramat besar berakhir kebencian yang aku gak tau apa itu sisa cinta yang mendalam atau kebencian karena logika ku yang tak pernah mengerti. Mencoba Move On dalam kurun waktu 1 tahun bukan waktu yang singkat, aku bisa melupakannya karena terlalu keras dia menghempas hati ini hingga hancur menjadi debu kebencian.


CINTA & BENCI, dua kata itu terkadang membuat aku bingung dan tak mengerti. Aku terkadang iri dengan perjalanan cinta teman-teman aku yang mulus bertahun tahun. Namun, ada juga sih yang gak mulus dan banyak juga yang Jones (Jomlo ngenes). Teman-teman dekat kampus aku sering curhat permasalahan cinta mereka, permasalahan keluarga dan lain-lain. Kalo permasalahan cinta aku terkadang agak pangling atau was-was juga sih ngasih saran maupun solusi. Yah…maklum kisah cinta aku tragis.

I’ve never been so turn up in all of my life

 I sould’ve seen this coming

I’ve never felt so hopeless

Than tonight

 I don’t wanna do this anymore, I’m moving on.


Aku tertegun mendengarkan alunan musik metal yang dinyanyikan Band kesayangan kakak kamar sebelah Asking Alexandria. Terlalu sering aku dengar dia mendengarkan lagu Move On itu sehingga sedikit banyak membuat aku hapal liriknya. Yah,..benar..terlalu sakit jika tidak move On dan terlalu lama hati ini tersobek-sobek oleh sosok pria yang pertama dan terakhir membuat ku bahagia, tertawa, sedih, menangis dan pria pertama dan terakhir juga yang membunuh perasaan cinta ku tepat di jantung hati ini. Sakit nya tuh di sini ! ( nunjuk ke hati )
Di kala sendiri aku terkadang ingat dengan hal-hal sederhana bersamanya namun sangat manis untuk di kenang.  Namanya Revi, rumahnya tidak jauh dari rumah ku dan bisa dikatakan kita bertetangga begitu. Aku mengenalnya sejak di bangku SD namun kami beda sekolah, aku melihatnya ketika acara MTQ di kampung aku. Hmmm…pertama melihatnya aku merasa dia hanya sosok anak lelaki biasa alias gak ada yang spesial. Dan waktu terus berlalu tahun demi tahun dan hingga SMA, ketika itu aku memilih melanjutkan SMA di ibukota Kabupaten. Aku ingat awal aku jadian kelas XI SMA, sebenarnya aku tidak jatuh cinta pada pandangan pertama. Kami hanya dijodoh-jodohkan oleh teman-teman ku yang juga temannya ( biasa anak SMA suka menjodoh-jodohkan) yang akhirnya dia nembak aku dan jadian deh. Sebenarnya yang ku tau dia sudah lama jatuh cinta dengan aku. ( Mampus deh kau terpesona kecantikanku***lol ).


Perjalanan cinta bagai air yang mengalir dari sela-sela bebatuan namun tetap pada satu tujuan menuju sungai dan berhenti pada pusaran, berputar dan sebagian meneruskan perjalanan membawa benalu-benalu, sampah-sampah sungai.

Kisah cinta ku seperti air mengalir itu, jika aku mengingat kenangan bahagia itu aku ingin kembali ke masa itu dan puncak kebahagiaan ku bersamanya ketika aku semester 4 ketika ulangtahun ku yang ke 19 tahun. Tak ku duga sama sekali dia yang kuliah di UNP Padang mau datang ke Pekanbaru bertepatan dengan ulang tahun ku. Kejutan yang tak terduga, kebahagiaan yang tak terbayangkan membuat aku lupa segalanya sehingga rasa cinta ku padanya semakin besar seakan tak bisa tergantikan. Aku ingat hadiah yag diberinya tak begitu istemewa dan mahal, namun ketika dia memakaikan gelang silver di lenganku hati ku seakan terbang ke langit dan ingin berteriak I so happy so much, I love U So much.

Waktu terus berjalan, kesibukan ku pada aktivitas kuliah, aktif organisasi internal kampus maupun eksternal kampus tak mempengaruhi perhatian ku padanya. Aku selalu mengirim SMS padanya, memskipun dia telat membalas namun aku tetap memakluminya. Kami biasanya SMS an ketika malam hari, yang kami bahas pun bukan sesuatu yang menarik, misalnya membahas isi buku yang dibacanya atau paling jauh membahas tentang hal-hal yang menyimpang dari agama. Revi semenjak kuliah dia sosok berbeda dari Revi yang aku kenal biasanya, Revi yang aku kenal kini adalah Revi yang taat agama dan tak heran dia melarang ku untuk ikut menari  dalam kegiatan kampus. Alasannya pasti berkaitan dengan agama. Setelah putus sebagai pelampiasan juga aku menjalankan apa yang dilarang Revi.

Putus cinta, diputusin secara tak wajar apakah aku rela menerima atau aku memaksa menerima atau aku harus bagaimana. Ending cinta ku adalah diputuskan olehnya. Aku sampai saat ini masih belum bisa menerimanya. You know why? Bayangin aja ketika kau terlalu cinta pada seseorang, kau sudah banyak bahagia dengan nya, dan jauh lebih banyak mengorbankan hati dan perasaan maupun air mata dan tiba-tiba kau diputusin secara tragis dan mengenaskan lewat sebuah via SMS, alasannya Cuma satu “ Agama melarang pacaran” gimana perasaan kau?. Yah,…aku tau emank dalam agama kita tidak ada yang namanya “pacaran” yang ada ta’arufan. Aku mau anggap saja status kita itu ta’arufan namun pendapat dia lain pula perihal ta’arufan itu. Sehingga ketika berdebat dengan kakak kamar sebelah Revi mengeluarkan berbagai hadist dan dalil lain untuk membenarkan pendapatnya.

Ini bukan masalah siapa yang lebih sayang.
Di dalam Islam g’ ada namanya “pacaran” jika Vi melanjutkan hubungan ini maka sayang Vi menuruti nafsu  bejat Vi.
Vi g’ mau itu terjadi karena Vi menyayangi Emi. ..
Kalo jodoh akan bersatu lagi.
Meskipun kita putus tapi tali silaturrahmi g’ kan putus.

Itulah potongan Kutifan kalimat SMS yang ku terma dari Revi panjang lebar yang masih ku ingat.

Bukan masalah siapa yang lebih sayang, nafsu bejat, akan membimbing, walaupun putus tapi hubungan silaturahmi tak kan putus. Oh my God hello. Seolah-olah pacaran dengan ku selama ini adalah dosa besar. Wowww..padahal berpegang tangan saja kami gak akan. AKu juga dibesarkan dilingkungan keluarga yang kental agama. Kami pacaran sangat wajar dan tidak pernah keluar jalur seperti orang-orang kebanyakan. Making in love, kiss, touch etc. Tapi dia katakan berbuat dosa. Terkenang kalimat itu membuat air mata kembali terpaksa menetes disudut mata ku. Kadang aku berpikir putus dengannya mungkin juga jalan terbaik yang diberikan Tuhan. Terlalu sering aku dicuekin, didiamin, dikacangin olehnya namun aku tetap sabar dan paling jauh aku hanya menangis. Aww…gilak gak  tuh? Astagfirullah hal adziim. Aku baru nyadar sekarang. Sumpah aku baru nyadar bego atau apa namanya aku dulu. Diperbudak oleh perasaan cinta ku yang dia entah cinta atau gak sama aku. Kali ini aku mulai meragukannya. Dan juga Revi telah mengingkari janjinya membimbing di jalan agama, hubungan silaturahmi yang tak putus. Buktinya tak satu pun dia tepati. Kami telah tak pernah kontak sama sekali.

“Bodoh kau, mau pula kau digitukan dia?cinta betul agaknya kau dengan dia sampe kau menderita gitu.”Ocehan teman-teman ku tak lebih dari semprotan pedas itu tak mempan sepertinya menembus hati ku. Karena aku terlalu bodoh dan naïf untuk bilang aku sudah melupakannya. Terlalu keras dia menghempas, mencambuk hati ku namun aku tetap tak bisa melupakannya.

“Gila ya, dia unfriend kakak di Fb.”Oceh kakak kamar sebelah ketika mengetahui pertemanan di Fb nya dengan Revi sudah tidak ada. Sadis, parah dan tragis tepat nya ungkapan untuk nasib cintaku. Bagaimana aku tak mengatakan itu, gara-gara mantan itu aku belum bisa membuka hati ku untuk pria lain hingga sekarang. Kursi di hati ku yang kosong seakan belum siap diisi oleh pria lain, umpatan, omelan dan semprotan pedas teman-teman ku juga sering ku terima.

“Apa lagi yang kau pilih?mau mengharap mantan kau yang mencampakan kau itu?Bodoh kau.”Semprot pedas kembali ku dapatkan.

Mantan itu kayak eek ( Tai ) yang pengen aku lindas pake  truk sampah namun aku jijik. Kebencian, kekesalan, rasa tersakiti, tak pernah bisa menerima dan sisa cinta yang menyisakan sulit membuka hati untuk pria lain membuat aku terkadang mengumpat dan seakan menyesal telah mengenal dan menjalin hubungan dengannya. Jika alasan dia memutuskan hubungan aku bisa merimanya mungkin aku memaafkannya tapi hingga kini aku masih tak mengerti. Orang beda agama saja bisa mempertahankan hubungan, kami satu agama namun begitu gamblangnya dia memutuskan hubungan dan membuat jarak seakan kami tak pernah mengenal. Dia benar-benar ingin memhapusku dari hidupnya, buktinya kami tak pernah komunikasi semenjak putus. Dia sendiri yang meminta untuk tidak pernah berhubungan setelah putus.

All you did was wreck my heart. Yah…kau kau telah menghancurkan hati ku, menancapkan bendera perang di ubun-ubun ku hingga perasan cinta berganti menjadi kebencian membuncah di hati ku. Perang perasaan antara benci, cinta dan rindu. Aku mungkin terlalu bodoh mengatakan aku sangat mencintainya waktu itu dan berharap dia jadi cinta pertama dan terakhir ku yang kenyataannya cinta pertama yang merobek hati ku.  Bagi sebagian orang apalah artinya cinta masa SMA dan berlanjut hingga kuliah dan akhirnya putus secara alami. Bagi ku cintaku tidak seperti orang sebagian. Yah..kembali aku merasa diriku terlalu naïf jika aku telah berharap banyak.

Sosok yang memiliki tubuh tinggi dan berhidung mancung, sholeh, pendiam, cuek serta baik hati yang telah menghipnotis ku untuk jatuh dan menyerah pada cintanya. Aku telah berani menanamkan perasaan cinta yang dalam di hati ini, nama nya mungkin telah diporselen di relung hati ini sehingga sangat sulit menhancurkannya. Sosok pengganti silih berganti mencoba mengetuk hati ini namun belum seorangpun mampu menduduki tahta kosong yang pernah ditempati sosok seseorang dimasa lalu. Yah…hati ini kadang tak bisa berbohong, logika ku selalu berkata bahwa aku telah Move on dari nya dan telah membencinya namun hati ku ini yang terlalu bodoh sehingga menentang logika ku. Aku bukan tak mampu mencari penggantinya, jika aku mau 100 kali lebih baik darinya aku pun bisa. Aku toh tak terlalu jelek, aku popular namun kalo bicara hati mungkin akan berbeda.

Karambia buruak, mati karancak an. Muko baruak, mati ang sana. Aku sering mengumpat yang ditujukan untuk mantan ku itu agar kekesalan ku padanya setidaknya terbayarkan. Tapi semakin aku mengumpat semakin sering aku menyebut namanya dan semakin aku mengenangnya. Aku sekarang semester 7 dan target wisuda pada bulan Februari mendatang. Aku hanya selalu berdoa semoga aku dapat melupakannya dan menemukan yang tepat buat ku meskipun hati naïf ku bicara dia udah pas buat aku. Saat ini hati ini masih beku dan pintu hati ini masih belum bisa menerima ketukan pria meskipun nyokap berusaha menjodohkan dengan seseorang yang sebenarnya jauh lebih baik. Lebih mapan dan lebih..lebih dari mantan eek itu. Akhirnya aku hanya bisa mendoakan mantan eek ku itu bisa menemukan wanita penggantiku.

Note: ***Kisah nyata yang terjadi pada teman serumah ku mahasiswi fakultas Fisip UR***
foto : search google..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar