Flag Counter

Selasa, 09 September 2014

UNGKAPAN – UNGKAPAN/SEMBOYAN/PEPATAH DALAM MASYARAKAT BANJAR (Terjemahan Indonesia dan maknanya)

UNGKAPAN – UNGKAPAN DALAM  MASYARAKAT BANJAR


PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita sering mendengar ungkapan-ungkapan yang dalam bentuk pepatah. Pepatah ini ada di setiap masyarakat, seperti halnya pepatah-pepatah yang ada di dalam masyarakat banjar. Pada umumnya pepatah ini digunakan untuk untuk percakapan sehari-hari atau digunakan oleh tokoh-tokoh pemerintahan dalam berpidato. Terkadang para generasi muda sangat awam dengan pepatah-pepatah yang mereka dengar dari generasi tua. Mereka bertanya-tanya apa sebenarnya maksud dari pepatah tersebut. Nah, dalam tulisan saya kali ini saya ingin berbagi tentang pepatah-pepatah yang ada dalam masyarakat banjar.
PEPATAH-PEPATAH
Pepatah masih hidup sampai sekarang ini, dalam percakapan sehari-hari keluar juga pepatah. Akan tetapi apabila ingin menggolong-golongkan pepatah ke dalam golongan seperti: pepatah-pepatah yangberhubungan dengan kepercayaan, yang berhubungan dengan upacara adat, yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari  maka akan ditemui kesukaran.
Pepatah-pepatah yag masih digunakan sekarang ini selalu berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Tidak ditemui lagi pepatah-pepatah khusus digunakan dalam hubungan kepercayaan maupun upacara adat.
Di samping pepatah banyak dijumpai pula kalimat-kalimat ungkapan yang sangat mirip pula dengan pepatah itu. Sejenis kalimat ungkapan pula semboyan-semboyan sangat sering digunakan baik masyarakat umum dalam percakapan sehari-hari  maupun pembicaraan-pembicaraan resmi da pidato-pidato.
Berikut saya akan memberikan contoh-ontoh pepatah-pepatah serta ungkapan maupun semboyan-semboyan yang masih dipakai dimasyarakat berikut terjemahan bahasa Indonesia serta makna atau artinya. Sebenarnya untuk terjemahan bahasa Indonseia yang tepat secara harfiah tidak ada. Jadi, diterjemahkan dibuat terjemahan bebasnya.
NO
Bahasa Banjar
Terjemahan Indonesia
Arti/Makna
1
Dasar balangsar dada
Sanggup mengambil resiko berjalan dengan dada
Ungkapan untuk keuletan, kerja keras, kemauan guna mencapai suatu maksud.
2
Akal mamilanduk
Akal seperti pilanduk (kancil)
Membuat alasan-alasan licik untuk menghindari pekerjaan.
3
Mengaji mulai di alif
Mengaji di mulai dari alif (huruf awal dalam abjad arab)
Bekerja dengan rajin dan gigih sepanjang hari untuk mendapatkan rezeki.
4
Kaya bagung jadi raja, baras dihampalas
Seperti Bagong (tokoh dalam lamut) jadi raja, beras diempelas
Orang yang tidak pada tempatnya jadi pemimpin, mau menyuruh pekerjaan yang tidak pada tempatnya.
5
Umbah handak bahira hayar mancari luang
Setelah mau berak (buang air beras) baru mencari lobang
Dikiaskan tentang sesuatu pekerjaan yang tidak disiapkan terlebih dahulu.
6
Sandu-sandu (ambak-ambak) bakut, amun maluncat limpua hampang
Jinak-jinak bakut (sejenis ikan gabus), kalau melompat lewat empang
Dikiaskan pada orang yang tampaknya alim tapi kalau mengerjakan maksiat berlebihan.
7
Tulak bauntar, bulik bajalan
Pergi naik mobil, kembali berjalan
Dikiaskan untuk suatu pekerjaan yang semulanya mudah tetapi kemudian sangat sulit.
8
Lagi di banua saurang kayak macan, sudah di banua urang kayak acan
Selagi di kampung sendiri seperi macan, setelah di kampung (rantau) orang seperti terasi.
Dikiaskan untuk orang yang di kampung sendiri seperti jagoan, tetapi dikampung orang lain tak berkutik,tak berguna,pengecut.
9
Tuha-tuha bapandan
Tua-tua pakai bunga pandan
Dikiaskan pada orang yang sudah tua (terutama wanita) tetapi masih bersolek (berdandan) dengan rapi.
10
Kayak manimbai batu ka banyu
Seperti melempai batu ke air
Dikiaskan kepada orang mulai suatu pekerjaan tetapi tidak membinanya lebih jauh.
11
Tinggalam batu
Tenggelam seperti batu
Dikiaskan kepada seseorang yang pergi, tapi sampai di tempat yang baru tanpa kabar
12
Turun Hayam naik Hayam
Turun ayam naik ayam
Bekerja dengan rajin dan gigih sepanjang hari mendapat rejeki.
13
Ngalih mambuang batu di palatar
Sulit membuang batu (penajam parang)  dari pelatar (teras/beranda). Biasanya batu penajam parang sering diletak di beranda.Pepatah ini lajim dijadikan karmina sebagai berikut:
Ngalih mambuang batu di palatar
Ngalih mambuang laku sudah dasar
Maksud pepatah ini adalah sulit membuang tabiat (sifat) yang sudah menjadi kebiasaan.
14
Jauh bibir lawan mangkuk
Jauh bibir dengan mangkuk
Maksudnya apa yang dibicarakan jauh dari harapan
15
Kalu mamulas ka bibir
Kalau-kalau menjewer ke bibir
Kalau-kalau menyesal nantinya
16
Bapatah bilah, bapatah harang
Berpatah bilah(lidi) berpatah arang
Dikiaskan kepada orang yang bersaudara yang memutuskan hubungan silaturrahmi/keluarga karena percekcokan
17
Kula-kula buhaya
Seperti berkeluarga dengan buaya
Dikiaskan kepada keluarga atau sahabat yang mulanya berbuat baik kemudian tega menipu atau menjerumuskan
18
Kaya buak bapadah ngaran
Seperti buah (sejenis burung hantu)  menyebut-nyebut nama
Dikiaskan kepada orang selalu menonjolkan diri.
19
Kayak baburak kalingaian
Seperti burak-burak (jenis burung) yang berada di tempat yang tak berumput
Dikiaskan kepada orang yang kebingungan berada di suatu tempat.Ungkapan bahasa Indonesia sama artinya:Seperti rusa masuk kampung
20
Kayak bulan lawan bintang
Seperti bulan dengan bintang
Dikiaskan untuk pasangan yang sangat serasi
21
Burung datang,buah libas
Burung datang,musim buah berlalu
Dikiaskan kepada orang yang datang ke tempat kenduri, pesta setelah acara makan-makan selesai
22
Kayak cacing kapanasan
Seperti cacing kepanasan
Dikiaskan kepada orang yang selalu gelisah
23
Kayak cacing panggal
Seperti cacing putus
Dikiaskan kepada orang (biasanya anak-anak) yang tidak bisa berdiam diri selalu saja ada ulahnya
24
Kayak cina kahilangan dacing
Seperti cina kehilangan dacing (timbangan)
Dikiaskan kepada orang yang termenung karena suatu masalah
25
Kayak cina kakaraman
Seperti cina karam perahu
Dikiaskan kepada kelompok orang/beberapa orang yang rebut-ribut hiruk-pikuk dengan kejadian/hal kecil
26
Bukah man-Cina
Lari seperti cina
Dikiaskan kepada orang yang lari kencang tanpa menoleh kanan kiri, biasanya karena sangat ketakutan
27
Kayak daun tarap gugur
Seperti daun Tarap (sejenis kaluih) jatuh
Dikiaskan kepada sesuatu yang diawali dengan gembar-gembur/heboh tetapi hasilnya tak seberapa
28
Dasar Garatak alai
Memangnya gertak alai (alai:nama daerah)
Dikiaskan orang yang hanya berani menggertak tetapi sebenarnya tidak berani
29
Gunturnya haja,hujannya kadada
Guntur nya saja menggeledek,tetapi tidak ada hujan
Kiasan kepada sesuatu berita,seperti perkawinan namun tidak juga terjadi
30
Gunung gen amun ditumbai runtuh
Gunung pun kalau dipacul dikeruk hasilnya runtuh
Sebanyak-banyaknya harta jika dikeluarkan/digunakan terus akan habis
31
Dalas jadi habu jadi harang
Berani ambil resiko meskipun meskipun jadi abu jadi arang
Dikiaskan kepada orang yang telah mengambil keputusan untuk menanggung resiko yang berat
32
Kayak habu di atas tanggul
Seperti abu di atas tanggul
Dikiaskan kepada orang yang rezekinya sangat sedikit
33
Bungul pada haduk
Bodoh dari pada ijuk
Dikiaskan kepada orang yang bodoh mau diperlakukan seperti apapun
34
Kayak halang sapahnyalah (inya itu)
Seperti elang merah-lah (dia itu)
Orang yang jagoan merajai sekitarnya
35
Kayak hadangan ditarik di hidung
Seperti kerbau ditarik di hidung
Orang yang menurut saja apa saja yang dialkukan kepadanya
36
Kayak hundang bapadah ratik
Seperti udang berpura-pura jadi sampah
Dikiaskan kepada seseorang bernama (berilmu), tetapi tidak memperlihatkan nama atau ilmunya tersebut
37
Buta kakap
Buta seperti kakap
Dikiaskan kepada orang yang tidak tahu tentang sesuatu sama sekali
38
Dalas kalahi baigut,amun dilapas kadak
Meskipun berkelahi bergigit,tidak akan dilepas
Dikiaskan kepada seeorang yang mempertahankans sesuatu dengan segala konsekwensinya
39
Kayak kalimbuai,naik kawa,turun kadak kawa
Seperti limbuai (siput air),naik bisa,turun tak bisa
Dikiaskan kepada orang yang memulai pekerjaan dengan baik namun tidak bisa menyelesaikannya
40
Kayak mambuang kalimpanan
Seperti menghilangkan benda yang masuk ke mata
Dikiaskan kepada pengobatan yang prosesnya penyembuhannya cepat
41
Hihiruan kambing tumbur
Ikut-ikutan kambing lari
Dikiaskan kepada orang yang melakukan sesuatu karena ikut-ikutan sesuatu perbuatan yang tidak diketahuinya
42
Bungul pada kalum
Lebih bodoh daripada kalum (sandal dibuat dari kayu)
Dikiasskan pada orang yang sangat bodoh mau saja menurut dengan hal yang ditugaskan padanya
43
Kapala manyuruk,buntut mahambat
Kepala merunduk,ekor memukul
Dikiaskan kepada orang yang di depan mata tampak tunduk namun kenyataannya memukul dengan sembunyi
44
Lambat jaka mambanam kapas
Lambat jika membakar kapas
Dikiaskan kepada orang yang sangat segera melaksanakan sesuatu pekerjaan karena memang itulah yang disenangi
45
Ia kandang ia babi
Dia yang jadi pagar,dia pula yang jadi babi
Sama artinya dengan:Pagar makan tanaman.Artinya dikiaskan kepada orang yang harusnya melindungi namun dia pula yang mencelakai
46
Karing mangalaras,sagubag-gubang kadak baduit
Kering seperti daun pisang kering,seperserpun tak punya uang
Dikiaskan kepada orang yang tak punya uang sedikitpun jua
47
Kayak kucing lawan tikus
Seperti kucing dengan tikus
Dikiaskan orang yang selalu bermusuhan,tak pernah damai
48
Kayak manukar kucing dalam karung
Seperti membeli kucing dalam karung
Seperti orang yang membeli sesuatu benda tetapi tidak tahu baik buruknya benda itu.Bisa dikatakan orang yang tertipu
49
Kaya kudung hanyar bautas
Seperti orang yang jarinya putus baru memakai cincin
Dikiaskan kepada seseorang yang baru mempunyai sesuatu yang selalu memperlihatkan,melagak barang tersebut
50
Hilir mudik kayak kukang
Seperti kukang(jenis binatang kera yang tidak pernah berpisah,sering berpelukan antara jantan dan betina)
Dikiaskan kepada suami istri yang selalu pergi bersama-sama,tak pernah berpisah
51
Kayak bunyi kumbang dalam paring
Seperti bunyi kumbang dalam bambu
Dikiaskan kepada orang yang suaranya tidak merdu ketika bernyanyi
52
Lalak kada mati,ular kada kanyang
Seperti ilung (benalu air) hnayut
Dikiaskan kepada orang yang tak punya pendirian
53
Mailung larut
Seperti ilalang rebah
Dikiaskan kepada orang yang pendirian berubah-rubah
54
Hangit ka laung-laung
Hangus sampai ke laung
Dikiaskan kepada orang yang tidak kepalang tanggung membela sesuatu
55
Manjilat ludah di lantai
Menjilat ludah di lantai
Dikiaskan kepada orang yang menarik kembali ucapannya
56
Kada kaya lumbuk diigut balalu panas
Tidak seperti cabe digigit kontan pedas
Dikiaskan kepada suatu pekerjaan yang akan membawa penyesalan,tetapi penyesalan itu belum dirasakannya
57
Kada limik tahiyayam dijajak
Tidak lembek kotoran ayam diinjak
Kiasan untuk orang yang pandai bicara,sangat lembut,manis ketika punya maksud tertentu
58
Kaya malaikat lalu
Seperti malaikat lewat
Dikiaskan kepada suatu khalayak ramai yang tadinya banyak membicarakan tetapi tiba-tiba sepi tanpa suara
59
Kaya malam lawan siang
Seperti malam dengan siang
Dikiaskan kepada orang yang sangat berbeda,kontras
60
Mambatat mangadalun,dijamur kada mau karing,dirandam kada mau bangai,dibanam kada mau hangit
Membatat-mengedalun,dijemur tidak kering,direndam tak mau bangai,dibakar tak mau hangus
Dikiaskan kepada seseorang yang tak dapat diperlakukan untuk kebaikan
61
Suara maningkalung sangkut
Suara seperti pelontar sangkut
Dikiaskan kepada orang yang suaranya jelek ketika bernyanyi
62
Pandir mangalatu
Bicara seperti kelelatu terbang ke angkasa
Dikiaskan kepada orang yang banyak bicara
63
Manimbakul,mambatang timbul
Seperti cimpakul,ikut batang timbul
Dikiaskan kepada orang yang tak punya pendirian,dimana ada yang menguntungkan disitu dia ikut
645
Muha kaya diculit kapur
Wajah seperti disapu dengan kapur
Dikiaskan kepada orang yang pucat karena sangat ketakutan
66
Musang babulu hayam
Musang berbulu ayam
Orang yang pura-pura jadi teman,tapi sebenarnya musuh dalamselimut
67
Kaya  musang kasiangan
Seperti musang kesiangan
Dikiaskan kepada orang yang baru ke kota sehingga terlihat canggung
68
Baik sakit di mata dari sakit di hati
Lebih baik sakit dipandang daripada sakit di hati
Biasanya kiasan ini digunakan untuk nasihat kepada muda-mudi yang sedang mencari jodoh:lebih baik memilih rupa yang buruk daripada hati yang buruk,tingkah buruk yang nantinya hati akan sakit
69
Dalas mati tadiri
Berani mati dalam keadaan berdiri
Dikiaskan kepada orang yang sangat konsekwen dalam mempertahankan pendapatnya meskipun besar resikonya
70
Kaya dijilat naga
Seperti dijilat naga
Dikiaskan kepada makanan yang habis tak tersisa sedikitpun
71
Urang nangkanya,saurang maka gatahnya
Orang dapat isi nangkanya, diri sendiri kena getahnya
Dikiaskan pada diri yang sial dalam mendapatkan sesuatu
72
Pandir mangasisimping
Bicara seperti kesisimping( benda tipis (plat) yang kalau dilempar ke air akan menyentuh permukaan air lalu ke udara lalu ke permukaan air lagi dst.
Dikiaskan kepada pembicaraan yang cepat dan terus menerus tanpa titik koma nya.
73
Kaya manabang paring sarapunan
Seperti menebang bambu serumpun
Dikiaskan kepada orang yang nikah dengan seseorang,kemudian adik/abang /kakaknya menikah dengan kelurga yang sama
74
Kaya parupuk mandah
SEperti perupuk dibakar
Dibicarakan kepada wanita yang pembicaraannya terus menerus
75
Pilanduk bisa kalumpanan lawan jarat,jarat kada kalumpanan lawan pilanduk
Kancil bisa lupa dengan jerat,jerat tidak melupakan dengan kancil
Dikiaskan kepada orang yang sedang bermusuhan,yang menyakiti hati bisa lupa,tapi yang disakiti tak akan lupa
76
Kaya pinang dibalah dua
Seperti pinang dibeah dua
Dikiaskan orang kembar,sama persis
77
Naik di pinang,turun di rukam
Naik di pinang,turun di pohon rukam
Dikiaskan kepada pekerjaan awal dan akhirnya sama-sama berat
78
Sudah tadupak hanyar tasusur buncu tapih
Sudah tertumbuk,baru memperhatikan buncu/ujung sarung
Dikiaskan kepada orang yang menyesal,setelah dia dinasehati tak memperdulikan
79
Kaya punai kakanyangan
Seperti punai kekenyangan
Dikiaskan kepada orang yang hanya diam tanpa gerak
80
Aku ni tumat di rabung jua
Aku ini berasal dari rabung juga
Kiasan ini digunakan para orangtua kepada muda-mudi/anak-anak dalam mematahkan dalih anak-anak yang bersekeras untuk menang dalam permasalahan
81
Asa bagantung di rambut sahalai
Terasa bergantung di rambut sehelai
Kiasan ketika sedang ketakutan ketika pegangan tidk kuat/digunakan ketika ketakutan menyebrangi sungai di sebuah bambu atau di jembatan rapuh
82
Kaya rumbia sarapunan
Seperti pohon rumbia serumpun
Dikiaskan kepada kelurga yang datang semua ke acara kenduri
83
Baduduk santuk badiri santuk
Duduk tersantuk,berdiri tersantuk
Kiasan ketika sedang terjepit/serba sulit
84
Sepah ditaguk kalihatan
Sepah ditelan terlihat
Kiasan untuk gadis cantik yang kulitnya putih bersih
86
Hidup sapamatuk,sapangikih
Pencarian sehari-hari untuk makan
Dikiaskan kepada orang yang pencarian cari sehari habis sehari
87
Sarantang-saruntung,samuak-sailur
Kemana-mana selalu bersama,makan minum bersam
Dikiaskan kepada sahabat yang rukun/akrab selalu bersama
88
Satali tiga uang
Setali tiga uang
Kiasan untuk keadaaan yang sama
89
Sabung pundut
Sabung (dalam) pundut
Kiasan untuk perkawinan yang memepelai berdua atau bahkan keluarga mereka tidak mengetahui bagaimana tampang wajah memepelai
90
Kaya sawa mamburuki talanan
Seperti ular sawah menghancurkan mangsa yag telah ditelannya
Kiasan kepada orang yang malas,hanya berbaring
91
Ada sipat ada kijik
Ada patuk ada kijik.Kijik adalah potongan kayu kecil yang ditancapkan di tanah untuk ukuran jarak.
Dikiaskan kepada orang yang mengerjakan seseuatu kerena ada yang diincar/ada maksud
92
Kaya siput dipais
Seperti siput dipepes
Kiasan kepada seseorang yag tidak berkutik karena digertak
93
Baguna tahi larut
Berguni kotoran hanyut
Kiasan kpada nasihat yang tidak dihiraukan oleh orang yang diberi nasihat
94
Pamandiran manahi punai
Pembicaraan seperti tahi punai
Pembicaraan mebohong/membual
95
Parak bau tahi,jauh bau kambang
Dekat bau tahi,jauh bau bunga
Kiasan kepada orang yang bersaudara ketika berdekatan selalu tidak akur,tpi jika jauh saling mengenang
96
Batapung tali salawar
Bertepung tali celana
Kiasan melakukan pekerjaan yang dilakukan sekuat tenaga
97
Kayu tampurung baulakan
Kayu tempurung kena pusaran air
Kiasan kepada suami istri yang cerai,nikah dengan orang lain kemudia cerai balik ke mantan suami/istri semula
98
Tangga urang diulur,tangga saurang disintak
Tangga orang dirunkan,tangga sendiri dinaikan
Kiasan kepada orang yang dalam bergaul hanya ingin menerima saja,tapi tak mau memberi
99
Kaya tanggiling disambat ngaran
Seperti Trenggiling disebut nama.Tringgiling bisa kesurupan.Waktu kesurupan dapat menggoyang pohon atau rumah,tetapi jika disebut namanya ketika kesurupan itu maka akan jatuh
Dikiaskan kepada jagoan yang kelemahannya diketahui maka akan kalah
100
Managuk tiruk,maluak sarapang
Menelan tombak,mengeluarkan sula
Dikiaskan kepada orang yang berhutang.Ketika berhutang mudah dan membayarnya sanagt sulit
101
Kaya tiwadak dihantak
Seperti cempedak dihempas
Kiasan kepada orang (biasanya) wanita yang tubuhnya gemuk tak berpinggang
102
Kaya ulanda mauk
Seperti Orang Belanda mabuk
Dikiaskan kepada orang yang tidak tahu sopan satun
103
Hanuk kaya ular kakanyangan
Diam seperti ular kekenyangan
Dikiaskan kepada orang yang pemalas tak mau bekerja
104
Disambat mati uma,kada disambat mati bapa
Disebut mati ibu,tak disebut mati bapak
Kiasan untuk kondisi terjepit
105
Muntung disumpali lawan pisang,burit  dikait lawan unak
Mulut disumbat dengan pisang,pantat dikait dengan onak
Dikiaskan kepada orang tampaknya diberi kesenangan tetapi sebenarnya dirugikan
106
Undasnyalah sudah
Dia itu lah sudah
Kiasan untuk seseorang itu dialah yang paling gagah/cantik
107
Kaya upung mamadahi mayang
Seperti upung menasihati mayang
Kiasan kepada orang yang member nasehat namun dia sendiri tidak melaksanakan nasehat tersebut
108
Kaya urup handak mangarawang bulan
Seperti laron hendak melobangi bulan
Pepatah ini sama dengan Bagaikan pungguk merindukan bulan.Suatu harapan yang mustahil dapat dicapai.
109
Mahadang buah bungur
Menunggu buah bungur
Kiasan untuk menunggu sesuatu yag tak kunjung datang

Demikian beberapa pepatah,ungkapan atau semboyan dalam masyarakat banjar yang lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya masih sangat banyak ungkapan lainnya.
Sumber: - Buku Kebudayaan Daerah Kalimantan Selatan. Departemen dan kebudayaan
- Wawancara dari beberapa tetuha
Catatan: Apa yang saya tulis saya kutip dari buku juga wawancara serta pengalaman pribadi dan terlibat langsung tentang hal yang berkaitan dengan pepatah  tersebut.