Flag Counter

Kamis, 12 Desember 2013

Masak pizza "Mak-nyos"


PIZZA


Bahan Pizza:
ü  500 g tepung terigu
ü  1 bks ragi instant
ü  15 g gula pasir
ü  1 sdt garam
ü  50 ml minyak zaitun
ü  300 ml air hangat
Saus:
ü  2 sdm minyak zaitun/jagung
ü  1 bawang bombai, cincang halus
ü  2 siung bawang putih, memarkan, cincang halus
ü  500 g tomat merah, parut halus
ü  2 sdm pasta tomat
ü  1 sdt basil bubuk
ü  1 sdt daun oregano, kering (bubuk)
ü  1/2 sdt merica bubuk
ü  1 sdt garam
ü  1 sdt gula pasir
ü  Topping:
ü  50 g brokoli, petik-petik, rebus sebentar
ü  50 g kembang kol, petik-petik, rebus sebentar
ü  150 g daging asap, iris kotak kecil, tumis sebentar
ü  2 bh sosis ayam, iris melintang, tumis sebentar
ü  150 g keju, parut
Cara Membuat:
1.        Membuat pizza: Taruh tepung terigu, garam, gula, ragi instan dalam mangkuk. Buat lubang di tengahnya. Masukkan minyak, aduk rata sambil tuangi air hangat hingga tercampur rata. Taruh adonan di atas permukaan yang bersih. Uleni adonan dengan tangan hingga kalis. Bulatkan adonan, taruh di tempat hangat selama 1 jam hingga mengembang dua kali semula. Kempiskan adonan. Gilas adonan hingga tipis. Cetak bundar 10 cm.
2.        Membuat saus: Panaskan minyak zaitun, tumis bawang bombai dan bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan tomat dan bumbu lainnya. Aduk hingga mendidih dan kental. Angkat.
3.        Olesi masing-masing dengan saus hingga rata.
4.        Beri topping di atasnya, taburi keju. Panggang dalam oven panas 200 C selama 20 menit hingga matang. Angkat.
5.        Sajikan selagi hangat.
Untuk 8 porsi


 AYAM PENYET
 
Resep Bahan Ayam Penyet :
·  1 ekor ayam berukuran kecil, potong menjadi empat bagian
·  300 ml air
·  2 lembar daun salam
·  minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
Resep Bumbu Ayam Penyet (haluskan) :
·  4 siung bawang putih
·  1/2 sendok tek ketumbar
·  1 cm kunyit
·  3 cm jahe
·  3 cm lengkuas
·  1 1/2 sendok teh garam
Resep Bahan Sambal Ayam Penyet :
  • 3 butir bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 6 buah cabai merah keriting
  • 5 buah cabai rawit merah
  • 1/2 buah tomat
  • 1 sendok makan terasi goreng
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan irisan gula merah
  • 1 ikat kemangi, ambil daunnya
  • 2 buah jeruk limau, belah dua
Cara Memasak Ayam Penyet :
1.        Lumuri ayam dengan bumbu yang dihaluskan. Tambahkan daun salam dan air. Masak hingga daging ayam empuk. Angkat dan sisihkan.
2.        Goreng daging ayam hingga matang. Angkat dan tiriskan.
3.        Sambal : Tumis bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat hingga layu. Haluskan bersama terasi, garam, dan gula. Tambahkan air jeruk limau dan daun kemangi. Aduk rata.
4.        Letakkan ayam goreng di atas sambal. Penyet-penyet hingga sambal menempel pada daging ayam.
5. Setelah selesai, garnis sesuai selera............:-P


SELAMAT MENCOBA................................:-)

Kamis, 21 November 2013

Contoh RPP PKn kelas XI SMA semester 1



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. IDENTITAS        
Nama Sekolah     :           SMA Negeri 12 Pekanbaru
Mata Pelajaran    :           Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Materi Pokok       :           Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia
Kelas/Program     :           XI/ganjil
Alokasi Waktu     :           2 x 45 Menit

Standar Kompetensi
   2. Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani
Kompetensi Dasar
2.3.  Menganalisis pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan reformasi
B. Indikator :
1. Menganalisis demokrasi yang berkembang di Indonesia
2. Membandingkan pelaksanaan demokrasi pada masa Orde lama, Orde Baru dan Reformasi
3. Menyimpulkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia pada masa Orde lama, orde baru dan reformasi
C. Tujuan Pembelajaran  :
            Setelah selesai proses belajar mengajar siswa diharapkan mampu :
1.Siswa mampu menganalisis demokrasi yang berkembang di Indonesia
2.Siswa mampu membandingkan demokrasi yang diterapkan di Indonesia pada masa orde lama,orde baru dan orde reformasi
3.Siswa mampu menyimpulkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia pada masa Orde lama, orde baru dan reformasi

& Nilai Budaya dan Karakter
·         Penanaman sikap nasionalisme
·         Taggung jawab
·         Jiwa kepemimpinan
·         Pengembangan pengetahuan
·         Berfikir kritis
·         Kecakapan akademik dan kecakapan sosial

D. Materi Pembelajaran
Pelaksanaan Demokrasi Di Indonesia
Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dibagi menjadi beberapa periodesasi:
Pelaksanaan demokrasi pada masa revolusi ( 1945 – 1950 ).
Tahun 1945 – 1950, Indonesia masih berjuang menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia. Pada saat itu pelaksanaan demokrasi belum berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan oleh masih adanya revolusi fisik. Pada awal kemerdekaan masih terdapat sentralisasi kekuasaan hal itu terlihat Pasal 4 Aturan Peralihan UUD 1945 yang berbnyi sebelum MPR, DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden denan dibantu oleh KNIP. Untuk menghindari kesan bahwa negara Indonesia adalah negara yang absolut pemerintah mengeluarkan :
·         Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945, KNIP berubah menjadi lembaga legislatif.
·         Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang Pembentukan Partai Politik.

·         Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan sistem pemerintahn presidensil menjadi parlementer
1. Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama
a)    Masa demokrasi Liberal 1950 – 1959
Masa demokrasi liberal yang parlementer presiden sebagai lambang atau berkedudukan sebagai Kepala Negara bukan sebagai kepala eksekutif. Masa demokrasi ini peranan parlemen, akuntabilitas politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik.
Namun demikian praktik demokrasi pada masa ini dinilai gagal disebabkan :
·         Dominannya partai politik
·         Landasan sosial ekonomi yang masih lemah
·         Tidak mampunya konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950
Atas dasar kegagalan itu maka Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959:
1.      Bubarkan konstituante
2.      Kembali ke UUD 1945 tidak berlaku UUD S 1950
3.      Pembentukan MPRS dan DPAS
b)    Masa demokrasi Terpimpin 1959 – 1966
Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS No. VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong diantara semua kekuatan nasional yang progresif revolusioner dengan berporoskan nasakom dengan ciri:
1.      Dominasi Presiden
2.      Terbatasnya peran partai politik
3.      Berkembangnya pengaruh PKI
4.      Penyimpangan masa demokrasi terpimpin antara lain:
5.       Mengaburnya sistem kepartaian, pemimpin partai banyak yang dipenjarakan
6.      Peranan Parlemen lembah bahkan akhirnya dibubarkan oleh presiden dan presiden membentuk DPRG
7.      Jaminan HAM lemah
8.      Terjadi sentralisasi kekuasaan
9.      Terbatasnya peranan pers
10.  Kebijakan politik luar negeri sudah memihak ke RRC (Blok Timur)
Akhirnya terjadi peristiwa pemberontakan G 30 September 1965 oleh PKI.
c. Demokrasi Pancasila di Masa Orde Baru 11 Maret 1966 – 21 Mei 1998

Hal-hal yang terjadi di masa oerde baru adalah :
Pelaksanaan demokrasi di indonesia baik di masa Orde baru maupun reformasi sermua menamakannya demokrasi Pancasila, sebab demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dijiwai oleh pancasila terutama sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, ber Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adail dan beradab, persatuan indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Kehidupan politik di masa orde baru terjadi penyimpangan-penyimpangan dari cita-cita Pancasila dan UUD 1945, antara lain :
  1. Pemusatan kekuasaan  di tangan presiden, secara formal  kekuasaan negara dibagi ke beberapa lembaga negara seperti MPR, DPR, MA, dll), tapi dalam praktiknya presiden dapat mengendalikan lembaga tersebut.  Anggota MPR yang diangkat dari ABRI adalah dibawah presiden sebab presiden sebagai panglima tertinggi ABRI.  Anggota MPR dari Utusan daerah dapat dikendalikan oleh presiden karena dipilih oleh DPRD Tk. I yang merupakan bagian dari pemerintah daerah sebagai bawahan presiden.
  2. Pembatasan hak-hak politik rakyat, Sejak tahun 1973 jumlah parpol di indonesia hanya 3 (PPP, Golkar, PDI), pers bebas tetapi pemerintah dapat membreidel penerbitan Pers (Tempo, Editor, Sinar Harapan, dll).  Ada perlakuan diskriminatif terhadap anak keturunan PKI.  Pengkritik pemerintah dikucilkan secara politik.  Pegawai negeri dan ABRI harus menmdukung Golkar (partai penguasa).
  3. Pemilu yang tidak demokratis, aparat borokrasi dan militer melakukan cara-cara untuk memenangkan Golkar.
Sebab jatuhnya Orde Baru:
a.       Hancurnya ekonomi nasional ( krisis ekonomi )
b.      Terjadinya krisis politik
c.       TNI juga tidak bersedia menjadi alat kekuasaan orba
d.      Gelombang demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto untuk turun jadi Presiden.
Berakhirnya masa orde baru ditandai dengan penyerahan kekuasaan dari Presiden Soeharto ke Wakil Presiden BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998.
d)   Pelaksanaan demokrasi Orde Reformasi 1998 – sekarang
Demokrasi yang dikembangkan pada masa reformasi pada dasarnya adalah
demokrasi dengan mendasarkan pada Pancasila dan UUD 1945, dengan
penyempurnaan pelaksanaannya dan perbaikan peraturan-peraturan yang tidak
demokratis, dengan meningkatkan peran lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara dengan menegaskan fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga-lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Demokrasi Indonesia saat ini telah dimulai dengan terbentuknya DPR – MPR hasilPemilu 1999 yang telah memilih presiden dan wakil presiden serta terbentuknyalembaga-lembaga tinggi yang lain.
Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan yang demokratis antara lain:
1.      Keluarnya Ketetapan MPR RI No. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi
2. Ketetapan No. VII/MPR/1998 tentang pencabutan tap MPR tentang Referandum
3. Tap MPR RI No. XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN
2.      Tap MPR RI No. XIII/MPR/1998 tentang pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI
3.      Amandemen UUD 1945 sudah sampai amandemen I, II, III, IV
4.      Setelah reformasi Indonesia telah melakukan pemilu sebanyak 3 kali ( 1999, 2004, 2009 ) dan April 2014 yang akan datang.


E. Model dan Metode Pembelajaran
Model pembelajaran : Pembelajaran langsung
Metode pembelajaran :Ceramah bervariasi tanya jawab, penugasan
F. Langkah-langkah Pembelajaran
No.
Kegiatan Belajar
Waktu (Menit)
1.
Pendahuluan
·         Apersepsi
-  Guru memberikan salam siswa
-  Guru memperkenalkan diri kepada siswa
-  Guru mengabsen dan mengetahui kondisi siswa
b. Memotivasi
·          
15’
2.
Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Ø  Melakukan penjajakan kesiapan belajar siswa
Ø  Mengimformasikan kompetensi yang akan dicapai
Ø  Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia dengan alokasi waktu ± 10 menit. ( Nilai yang ditanamkan : disiplin, kerja keras, menghargai prestasi, dan tanggung jawab)
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
·         Guru menjelaskan:
ü  Demokrasi era orde lama
ü  Demokrasi orde baru
ü  Demokrasi masa reformasi
·         Guru dan siswa bersama-sama menganalisis mengenai pelaksanaan demokrasi di Indonesia.
·         20 menit menjelang jam pelajaran berakhir guru memberikan kuis tertulis yang dikerjakan di kertas selembar dan dikumpulkan setelah pelajaran usai.
& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
F Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui. (Nilai yang ditanamkan, disiplin, kerja keras, mandiri dan tanggung jawab)
F Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (Nilai yang ditanamkan, disiplin, kerja keras, mandiri dan tanggung jawab)
55’
3.
Penutup
ü  Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas. (Nilai yang ditanamkan, disiplin, kerja keras, mandiri dan tanggung jawab).
ü  Menarik kesimpulan materi. (Nilai yang ditanamkan, disiplin, kerja keras, mandiri dan tanggung jawab)
20’
G. Alat/Sumber Pembelajaran
1. - Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA kelas XI, Penerbit : Erlangga, pengarang : Budiyanto
- Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA kelas XI, Penerbit : Platinum, pengarang : Bambang Tri Purwanto dan Sunardi
2. Bahan dari  Internet
3. Buku-Buku Sumber yang Relevan
4. Infokus
5. Laptop/notebook


H. Penilaian
·         Teknik penilaian
 Tes tertulis
·         Bentuk Instrument
Essay
No.
Soal
Skor
1.
Penyelenggaraan pemilu merupakan salah satu kriteria pemerintahan demokrasi. Mengapa demikian? Kemukakan alasan saudara!
25
2.
Sebutkan 3 ciri-ciri pelaksanaan demokrasi pada masa orde baru!
25
3.
3.Sebutkanlah 3 penyebab jatuhnya rezim Orde Baru!
25
4
Bagaimanakah pelaksanaan demokrasi pada masa reformasi saat ini? Kemukakan alasan saudara!
25
Jumlah
100
Kunci Jawaban :
  1. Penyelenggaraan pemilu yang bersih jauh dari pelanggaran dan manipulasi akan menghasilkan pemimpin yang baik sehingga dapat mewakili rakyat.
  2. Ciri-ciri pelaksanaan demokrasi pada masa orde baru antara lain:
·         Penyelenggaraan pemilu yang kurang bersih karena ada upaya intervensi pihak yang berkuasa.
  • Penggunaan intimidasi bagi lawan politik, hal ini melanggar HAM.
  • Hak kebebasan berpendapat dan berorganisasi dibatasi dan dikekang.
3.      Sebab jatuhnya Orde Baru:
a.       Hancurnya ekonomi nasional ( krisis ekonomi ).
b.      Terjadinya krisis politik.
c.       Gelombang demonstrasi menuntut reformasi dan Presiden Soeharto harus turun dari kursi  Presiden.
4.      Pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang yaitu demokrasi berjalan sesuai harapan, hanya saja dalam pelaksanaannya terjadi beberapa sikap yang berlebihan dan negatif seperti politik uang dan kekerasan atau anarki.


  Mengetahui,                                                                         Pekanbaru, 25 Oktober 2013
Kepala Sekolah         



                                                                                                                   (SALASIAH)
 (                        )                                                                                  NIM: 1005121254
 NIP.