Flag Counter

Senin, 16 September 2013

Biografi dan Karier Kristen Stewart

Profil Kristen Stewart

Nama asli : Kristen Jaymes Stewart
Tempat, tanggal Lahir : Los Angeles,California, U.S, 09 April 1990
Pekerjaan                     :Artis
Tahun Aktif                : 1999-sekarang
Terkenal sejak berperan sebagai Sarah Altman di "Panic Room" (2002)
Kristen Jaymes Stewart (lahir 9 April 1990; umur 23 tahun) merupakan seorang aktris berkebangsaan Amerika Serikat yang terkenal setelah memerankan Bella Swan dalam film The Twilight Saga. Film-film yang pernah dibintanginya antara lain Panic Room, Catch That Kid, Speak, Zathura, The Messengers dan Into the Wild.
Kehidupan awal

Stewart lahir dan dibesarkan di Los Angeles, California. Ayahnya, John Stewart, adalah seorang manajer panggung dan produser televisi yang pernah bekerja untuk Fox. Ibunya, Jules Mann-Stewart adalah seorang penyelia skrip yang berasal dari Maroochydore, Queensland, Australia, yang juga pernah menyutradarai sebuah film. Ia mempunyai seorang kakak laki-laki, Cameron B. Stewart, dan seorang saudara angkat, Taylor. Ia duduk di bangku sekolah sampai kelas tujuh dan meneruskannya lewat pendidikan jarak jauh sampai lulus sekolah menengah atas.
Filmografi
Tahun
Judul film
Peran
Catatan
1999
Thirteenth Year, TheThe Thirteenth Year
Girl in Fountain Line
Sinetron
2000
Flintstones in Viva Rock Vegas, TheThe Flintstones in Viva Rock Vegas
Ring Toss Girl
2001
Safety of Objects, TheThe Safety of Objects
Sam Jennings
2002
Panic Room
Sarah Altman
2003
Cold Creek Manor
Kristen Tilson
2004
Speak
2004
Catch That Kid
Maddy
2004
Undertow
Lila
2005
Fierce People
Maya Osbourne
2005
Zathura
Lisa
2007
The Messengers
Jessica "Jess" Solomon
2007
In the Land of Women
Lucy Hardwicke
2007
Cake Eaters, TheThe Cake Eaters
Georgia
2007
Into the Wild
Tracy Tatro
2007
Cutlass
Young Robin
Film pendek
2008
Jumper
Sophie
Cameo
2008
What Just Happened
Zoe
2008
Twilight
Bella Swan
2009
Adventureland
Emily "Em" Lewin
2009
Twilight Saga: New Moon, TheThe Twilight Saga: New Moon
Bella Swan
2010
Yellow Handkerchief, TheThe Yellow Handkerchief
Martine
2010
Runaways, TheThe Runaways
Joan Jett
2010
Twilight Saga: Eclipse, TheThe Twilight Saga: Eclipse
Bella Swan
2010
Welcome to the Rileys
Mallory
2011
The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1
Bella Swan/Cullen
2012
Snow White and the Huntsman
Snow White
2012
The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2
Bella Cullen
2012
On the Road
Marylou
2014
Camp X-Ray
Cole


Kristen Stewart pernah tampil tanpa busana dalam film "On The Road". Aktris 23 tahun ini pun kembali memamerkan kulit cantiknya di iklan parfum terbaru dari Balenciaga, Florabotanica.

Namun kali ini, Kristen hanya memperlihatkan punggungnya. Mantan kekasih
Robert Pattinson ini tampil cantik sekaligus misterius dalam foto yang didominasi warna hitam dan putih.

Ia menghiasi matanya dengan riasan smokey serta memakai lip gloss mengkilap. Fokus foto ini ada pada punggung Kristen yang tampak dihiasi bunga warna-warni sebagai tema parfumnya kali ini.

Kristen dipercaya untuk menjadi wajah parfum Balenciaga sejak awal 2012 lalu. Artis yang sedang disibukkan dengan syuting film "
Camp X-Ray" ini pernah mengaku beruntung bisa menjadi bagian dari Balenciaga. "Ada sesuatu yang alami di Balenciaga. Ia terasa begitu hidup," ungkapnya. (wk/nn)

Sumber: Wikipidia Indonesia Google Search

Minggu, 15 September 2013

Kukerta Tematik UR 2013-Peranap

Tema KKN Tematik di Kecamatan Peranap:
Menghidupkan Gaung, Semangat, dan Kebesaran Melayu


Penyelenggara:
Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Latar Belakang Pemikiran
1) Kegalauan yang selama ini dirasakan akibat dari semakin banyaknya masyarakat kampung yang tidak memahami kosabudaya sendiri.
2) Proses pendidikan yang dialami masyarakat Melayu umumnya masyarakat Tiga Lorong (Kecamatan Peranap) khususnya, cenderung menggantikan (posisi) yang lama yang dimiliki dengan kosabudaya baru.
3) Dan, yang sudah dimiliki selama ini dianggap lokali, lama, usang, ketinggalan, & yang baru dianggap lebih cosmopolitan, baru, maju. Namun, kebaruan yang diterima atau terjadi dianggap sebagai taken for granted tanpa dikritisi & dianggap menjamin kemajuan mereka.
Baik bentuk, fungsi, estetika, & bahkan filosofinya sama.
4) Hilangnya Tiga Lorong dalam peta budaya di Inhu & di Riau.
5) Adat istiadat (budaya) yang dimiliki sangat kaya itu, semakin hari semakin pupus dari ingatan pendukungnya, sejalan dengan hilangnya “pusat ingatan” (centre of memory) & “pusat kewibawaan” (centre of authority).
6) Kebijakan-kebijakan pembangunan yang cenderung positivistik & tak memperhatikan nilai budaya.
7) Faktor kemiskinan juga amat berpengaruh terhadap penjagaan & pemeliharaan khazanah kebudayaan tsb. Khazanah kebudayaan menjadi hilang, rusak, punah, diperjualbelikan, dicuri, dihancurkan, dll. sehingga kejadian & kegiatan tersebut sangat merugikan mengurangi keseimbangan alam kebudayaan.
9) Penguasaan hutan yang tidak terkendali sebagai sarang nilai,
10) Kekayaan khazanah kebudayaan cenderung berada di pelosok atau di tempat2 yang sulit terjangkau, sehingga kemungkinan ter-cover-nya atau terdokumentasikannya amat kecil, sedangkan apabila memang belum pernah tersentuh oleh para peneliti sebelumnya, dikhawatirkan akan hilang & tak akan pernah lagi diketahui untuk selamanya.

Tujuan KKN Tematik:

1) Memberikan penyadaran kepada mahasiswa peserta KKN Unri
2) Mahasiswa KKN "mengalami" hidup di tengah masyarakat yang beradat dan bagaimana mereka bersikap dan berperilaku
3) "Kampanye" budaya kepada masyarakat pendudukungnya
4) mengumpulkan data otentik tentang khazanah kebudayaan Melayu khasnya Tiga Lorong umumnya

Kegiatan (Agenda) Selama Kukerta

1) Penulisan & pencatatan khazanah budaya kecamatan Peranap, dilakukan langsung oleh mahasiswa KKN, berupa catatan fisik, catatan usia, kepemilikan & keistimewaan khazanah kebudayaan tsb.
2) Rekam audio, merekam langsung suara2 percakapan, nyanyian, fauna dll., dengan menggunakan Digital Voice Recorder. Hasil rekaman tsbt. amat menentukan kebahasaan & otentiknya sebuah khazanah penelitian, rekaman suara tsb.
3) Dokumentasi audio visual, pengambilan gambar citra bergerak dengan menggunakan kamera video, untuk kemudian diolah menjadi karya film dokumeter.
4) Pemetaan, dengan menentuan titik koordinat geografis, situs, dusun, & kampung menggunakan GPS. Data ini berguna untuk menentukan titik koordinat situs sehingga jelas letak posisinya di peta.
5. Penulisan dummy buku Ensiklopedia Tiga Lorong. Diharapkan buku dapat dicetak & didistribusikan sehingga sampai kepada beragam kalangan dengan harapan bahwa keberadaan kebudayaan Kecamatan Peranap/Batang Peranap diketahui & kembali dikenal sehingga keberadaannya tetap eksis & terpelihara.
6. Kampanye Kebudayaan, pekerjaan menyebarluaskan informasi serta penyadaran bagi perlindungan khazanah budaya Tiga Lorong kepada masyarakat agar paham & kembali memiliki kesadaran melindungi & melestarikan aset budaya mereka.
7. Pentas Seni Kampung yang telah dilakukan selama seminggu. Permainan tradisional ikut diperlombakan yang melibatkan anak, remaja, dan orang dewasa.
8. Membantu kelancaran pemerintahan kampung dlm bidang administrasi, pendidikan, peringatan hari besar agama dan negara.

 Tahap Kegiatan Kukerta:

1. Workshoop teori & metodologi di Pekanbaru.
2. Mendatangi rumah & individu perorangan untuk mendapatkan data secara langsung.
3. Mengumpulkan data tersebut dalam kelompok2 yang telah ditentukan.
4. Seleksi foto & olah photografi di studio.
5. Pendokumentasian di aliran sungai Indragiri/ Kuantan melalui transportasi air & darat.
6. Menulis semua data hasil rekaman menjadi data tulisan & pangkalan data.
7. Penulisan buku, layout, & desain grafis.

Ruang Lingkup Kegiatan:

1) Bahasa dan sastra lisan atau sastra rakyat
2) Perkakas: alat ke: air, hutan, ladang; alat beradat, senjata , dll.
3) Sosial budaya (siklus kehidupan), mulai dari lahir, adat perkawinan, berkeluarga, tua, hingga upacara kematian.
4) Seni Rupa, ukiran, anyaman, lukisan, gambar, dan rajah
5) Kepercayaan Mantra, ritual, upacara, benda-benda ajaib
6) Flora dan Fauna khususnya etno gastronomi dan etno medicine. binatang peliharaan, liar, dan keramat.
7) Manusia: Sifat/Karakter, tokoh-tokoh dahulu hingga sekarang
Bangunan/arsitektur: rumah, benteng, pekuburan. Persukuan: Kebangsawan, suku-suku Kampung Besar, Kampung Kecik, Kampung Baruh, Kampung Tigo Nenek.
9) Tempat: tempat bersejarah atau asal usul nama kampung, kenegerian, kampung, teluk, tanjung, rantau, jirat (kuburan) dan tempat keramat, dll.
10) Permainan rakyat, dan tradisi tulis atau tambo

Output (Keluaran) Mahasiswa Kukerta di Tiga Lorong:

1) Pangkalan data khazanah kebudayaan Melayu yang ada di sepanjang aliran sungai di Tiga Lorong (untuk diketahui KKN di Baturijal dan di Pematang/Selunak, data terkumpul berupa: 1.332 data/entri budaya, 5000 lebih fotografi, 64 menit durasi data rekam suara & videografi.
2. Buku Ensiklopedia Tiga Lorong yang memuat segala catatan, keterangan, ulasan, photografi, dan videografi tentang kebudayaan Baturijal.
3) Website http: ... (Silakan buat oleh Tim Kecamatan)
4) Video dokumenter tentang hutan, danau, dan sungai sebagai sarang nilai kebudayaan




Sumber: facebook KKN Tiga Lorong 2013

Jumat, 21 Juni 2013

Ciri-ciri HAM Di Indonesia

Ciri-ciri Hak Asasi Manusia di Indonesia

  1. Bersifat Hakiki: HAM sudah ada sejak manusia lahir
  2. Bersifat universal: HAM berlaku umum untuk dan mengenai semua orang, di mana saja dan kapan saja, tanpa memandang jenis kelamin dan kondisi psikosomatis, ras, agama, suku bangsa, negara, pandangan hidup, dan pandangan politik.
  3. Kepemilikannya bersifat kodrati, dan karena itu spiritual. Maksudnya, HAM itu inheren dalam kodrat kemanusiaan kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sejak kita diciptakan dan dilahirkan, dan karena itu hak-hak asasi itu dipandang sebagai karunia pemberian Sang Pencipta. Ciri kodrati dan spiritual ini tampak dalam kenyataan bahwa manusia tidak bisa menjalani kehidupannya sebagaimana layaknya tanpa hak-hak itu, dan dengan hak-hak itu manusia dapat lebih memuliakan Tuhan Sang Penciptanya. Karena bersifat kodrati, HAM tidak dapat diserahkan pada pihak lain dan tidak dapat dibagi-bagi.
  4. Bersifat supralegal dan menuntut dengan keras pemenuhannya dari pihak lain, termasuk negara. Maksudnya, hak-hak asasi tidak pernah boleh dan tidak pernah bisa dilanggar, diperkosa, dibatasi dan ditiadakan/dihapus oleh pihak mana pun termasuk Negara.


Ciri-ciri HAM Beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu:
  1. HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
  2. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
  3. HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).


Pengertian Dan Ciri Pokok Hakikat HAM
  • HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002).
  • Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam Teaching Human Rights, United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.
  • John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. (Mansyur Effendi, 1994).
  • Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa "Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia" Ciri Pokok Hakikat HAM
  • Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu:
  • HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
  • HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
  • HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).
  • HAM tidak perlu diberikan,dibeli ataupun diwarisi. karena HAM adalah bagian dari manusia
  • HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandangHAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau usul sosial dan bangsa.
  • HAM tidak bisa dilanggar, tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hakorang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah negara membuat hukum yang tidaksebuah negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM. Melindungi atau melanggar HAM.


Contoh RPP PKn SMA kls X/1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah        :        SMAN 1 Tempuling        
Mata Pelajaran       :        PKn
Kelas/Semester       :        X/1
Pertemuan ke         :        1
Alokasi Waktu        :        2 x 45 Menit
Standar Kompetensi : 1. Memahami hakikat bangsa dan Negara  Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kompetensi Dasar:  1.4 Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Indikator
No
Indikator Pencapaian Kompetensi
1
Mendeskripsikan makna semangat kebangsaan
2
Menguraikan macam-macam perwujudan bentuk nasionalisme dalam kehidupan
3
Menunjukkan contoh perilaku yang sesuai dengan semangat kebangsaan
4
Menunjukkan sikap positif terhadap patriotisme Indonesia

I.        Tujuan Pembelajaran

Setelah melalui kajian kepustakaan, maka diharapkan :
1        Siswa dapat mendeskripsikan makna semangat kebangsaan
2        Siswa dapat menguraikan macam-macam perwujudan bentuk nasionalisme dalam kehidupan
3        Siswa dapat memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan semangat kebangsaan
4        Siswa dapat menunjukkan sikap positif terhadap patriotisme Indonesia
II. Materi Pokok Pembelajaran
            Setiap warga negara dari suatu  negara, memiliki keterikatan emosional dengan negara yang bersangkutaan sebagai perwujudan rasa bangga dan memiliki bangsa dan negaranya. Perasaan bangga dan rasa memiliki tehadap bangsanya, akan mampu melahirkan sikap rela berkorban untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan serta kedaulatan negaranya. Hal ini merupakan bentuk keterikatan kepada tanah air, adat – istiadat leluhur serta penguasa setempat yang menghiasi rakyat/warga setempat sejak lama atau disebut dengan “ semangat kebangsaan”.
v   Nasionalisme
Secara umum defenisi Nasionalisme adalah sikap mental dan tingkah laku individu atau masyarakat yang menunjukan adanya loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya.
1. Secara etimologi : nasionalisme berasal dari kata “nasional” dan “isme” yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna :
§  Kesadaran dan semangat cinta tanah air;
§  Memiliki kekebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa;
§  Memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurang-beruntangan saudara setanah air, sebangsa dan senegara;
§  Persatuan dan kesatuan

v  Patriotisme
Patriotisme berasal dari kata :
Ø  “Patriot” dan “isme” (Bhs Indonesia), yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa kepahlawanan.
Ø  “Patriotisme” (Bhs Inggris), yang berarti sikap gagah berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara.
Ø  Patriotisme adalah sikap yang bersumber dari perasaan cinta tanah air, sehingga menimbulkan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negaranya
Patriotisme adalah sikap dan perilaku seseorang yang dilakukan dengan penuh semangat rela berkorban untuk kemerdekaan, kemajuan, kejayaan, dan kemakmuran bangsa. Seseorang yang memiliki sikap dan perilaku patriotik ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut.
1)   Rasa cinta pada tanah air
2)   Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara
3)    Menempatkan persatuan, kesatuan, serta keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan
4)   Berjiwa pembaharu
5)   Tidak mudah menyerah\

v  Contoh Perilaku yang Sesuai dengan Semangat Kebangsaan
Contoh penerapan Semangat Nasionalisme
Semangat kebangsaan (Nasionalisme dan patriotisme) dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar dengan cara :
*      Keteladanan
*      Pewarisan
*      Ketokohan
Perwujudan contoh sikap patriotisme dapat dilaksanakan pada :
*      Masa Darurat (Perang)
            Sikap patriotisme pada masa darurat (perang) dapat diwujudkan dengan cara : mengangkat senjata, ikut berperang secara fisik melawan penjajah, menjadi petugas dapur umum, petugas logistik, menolong yang terluka, dan sebagainya.
*      Masa Damai (Pascakemerdekaan)
            Sikap patriotisme pada masa damai dapat diwujudkan dengan cara : menegakkan hukum dan kebenaran, memajukan pendidikan, memberantas  kebodohan dan kemiskinan, meningkatkan kemampuan diri secara optimal, memelihara persaudaraan dan persatuan, solider secara bertanggungjawab atas seluruh bangsa, tekun bekerja dan belajar dan lain sebagain

III. Metode Pembelajaran
1.Ceramah
2.Cooperative Integrated reading and Composition
IV     Langkah-Langkah Pembelajaran
No
Kegiatan Belajar
Waktu
( Menit )
1.
Kegiatan Awal
a.       Guru mengawali pembelajaran dengan memberikan salam dan mengabsen siswa
b.      Guru menyampaika pokok bahasan materi hari ini
c.       Guru menginformasikan kompetensi dasar yang ingin dicapai dalam pembelajaran
5’
2.
Kegiatan Inti
a.       Melakukan pre-tes yang berkaitan dengan pengetahuan siswa mengenai materi Semagat Kebangsaan dan cinta tanah air
5’
b.      Guru menjelaskan pengertian semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dan perwujudannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
15’

c.       Guru membentuk kelompok yang anggotanya 5 orang secara heterogen.
5‘

d.      Guru membagikan lembaran-lembaran artikel/wacana yang berupa peristiwa/kejadian yang berkaitan dengan Semangat Kebangsaan (Nasionalisme dan Patriotisme).
5’

e.       Siswa bekerja sama menentukan dalam menentukan pokok permasalahan serta memberikan tanggapan/argumentasi terhadap isi artikel/wacana tersebut yang ditulis pada kertas Double Poli.
30’

f.       Masing-masing kelompok mempersentasikan hasil kerja kelompok yang telah dibuat disertai Tanya jawab
20’
3.
Kegiatan Akhir
a.       Guru mengadakan evaluasi dan membuat kesimpulan dari pembahasan materi pokok hari ini
b.      Guru memberikan tugas individu kepada siswa yang berupa uraian soal di buku paket.
c.       Guru menutup pelajaran dengan salam
10’

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
         Sumber Belajar :
Chotib, 2006. Kewarganegaraan Menuju Masyarakat Madani SMA Kelas X. Jakarta:Yudhistira, Hal.25-27
Budiyanto.2007.Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SMA Kelas X.Jakarta:Erlangga. Hal. 30-35

VI. Penilaian
         1.      Penilaian Kognitif
Jenis Tes :   Tes Tertulis
Bentuk    : Uraian
Instrument Soal Tugas (Pekerjaan Rumah/PR):
1.      Deskripsikan pengertian nasionalisme dan patriotisme Indonesia !
2.      Berikan beberapa contoh sikap perilaku yang mencerminkan semangat nasionalisme dan patriotisme Indonesia !
3.      Berikan cotoh sikap positip terhadap patriotisme Indonesia !
Jawaban :
1.      Nasionalisme adalah suatu faham atau ajaran untu mencintai bangsa dan negaranya, dengan kata lain nasionalisme yaitu sikap mental dan tingkah laku individu atau masyarakat yang menunjukan adanya loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya.
-          Patriotisme  adalah sikap dan perilaku seseorang yang dilakukan dengan penuh semangat rela berkorban untuk kemerdekaan, kemajuan, kejayaan, dan kemakmuran bangsa.
2.      Contoh sikap perilaku yang mencerminkan semangat nasionalisme dan patriotisme Indonesia:
-          Keteladanan yaitu merupakan sikap perilaku yang patut ditiru, seperti :Ulet dan pekerja keras serta disiplin dalam mengejar prestasi, membayar pajak tepat waktunya, tidak korupsi, mematuhi aturan berlalu lintas, menjaga kebersihan lingkungan.
3.Contoh  sikap positif terhadap patriotisme Indonesia :
-          -Bangga menggunakan barang-barang hasil produk dalam negeri.
-          -Mengikukuti upacara bendera dengan sungguh-sungguh
-          -Bangga berbahasa Indonesia

                                                                                                Sungai Salak, Juni 2013

Mengetahui                                                                                    
Kepala Sekolah                                                                     Guru  Mata Pelajaran



Drs. Dhh Lee.S.sos                                                                        Salasiah, S.Pd
NIP.195980820982031008                                                        NIP.085271927301